Sinkronisasi Data LTT, BRMP Biogen Dukung Swasembada Pangan NTT π
KUPANG – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian (BRMP Biogen) bergerak cepat dalam mengawal agenda swasembada pangan berkelanjutan di Provinsi NTT. Kepala BRMP Biogen, Dr. Atekan, selaku Penanggung Jawab (PJ) Swasembada Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), melakukan rangkaian koordinasi strategis dan peninjauan lapangan di Kabupaten Kupang (15/2).
Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh program peningkatan produksi pangan di NTT berjalan presisi dan tepat sasaran. Koordinasi dilakukan dengan menggandeng berbagai unsur baik UPT Kementan maupun pemerintah daerah yang meliputi BRMP NTT, Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Kupang, SMK PP Negeri Kupang, Tim Penyuluhan Pertanian serta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT.
Tinjau Lokasi Cetak Sawah di Manusak
Selain pertemuan formal, Tim Swasembada Pangan NTT yang dipimpin oleh Kepala BRMP Biogen juga melakukan kunjungan lapangan langsung untuk memantau progres infrastruktur pertanian. Salah satu titik yang dikunjungi adalah lokasi Cetak Sawah Rakyat di Desa Manusak, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang. Peninjauan ini sekaligus untuk memastikan persiapan tanam padi serentak se-provinsi NTT bersama Gubernur NTT.
Fokus Utama: Konsolidasi Data LTT
Dalam pertemuan koordinasi tersebut, sinkronisasi data menjadi agenda prioritas. Kepala BRMP Biogen menekankan pentingnya validasi data Luas Tambah Tanam (LTT) yang mencakup kategori LTT Reguler, Cetak Sawah Rakyat (CSR), Optimasi Lahan (Oplah), hingga Padi Gogo.
"Kami menekankan pentingnya kesesuaian data antar sumber dan waktu pelaporan. Jangan sampai ada duplikasi atau selisih angka yang dapat menghambat pengambilan kebijakan," tegas Atekan.
Pengecekan ulang di tingkat lapangan kini tengah diintensifkan agar laporan yang dientri oleh petugas pengolah data benar-benar mencerminkan kondisi riil di lahan petani.
Kejelasan Pelaksana Konstruksi CSR
Selain urusan data, pertemuan ini juga membahas teknis pelaksanaan konstruksi kegiatan CSR. BRMP Biogen memandang perlu adanya pembagian peran dan tanggung jawab yang jelas antar pihak yang terlibat. Hal ini dimaksudkan agar koordinasi teknis antara pelaksana konstruksi dengan tim pendamping di lapangan tetap solid dan sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Rencana Tindak Lanjut
Sebagai langkah konkret, BRMP Biogen menjadwalkan pertemuan lanjutan dengan mengumpulkan seluruh petugas pengolah data guna melakukan validasi dan sinkronisasi data LTT secara menyeluruh, menyamakan persepsi terkait mekanisme pelaporan agar lebih akurat dan konsisten, serta memantapkan koordinasi teknis terkait pelaksana konstruksi CSR agar segera mencapai progres signifikan.
Melalui sinergi antar lembaga ini, BRMP Biogen optimistis Provinsi NTT mampu memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat kedaulatan pangan nasional secara berkelanjutan.