Padi Biosalin Tumbuh Subur di Pesisir Mamuju, Sulawesi Barat
Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikuktura dan Peternakan Kab Mamuju, Sofyan, tidak dapat menyembunyikan ekspresi bahagia saat melihat hamparan sawah yang ditanami padi sawah Biosalin 1 Agritan. Bagaimana tidak, selama ini banyak petani gagal panen, kondisinya kini justru sebaliknya, padi tumbuh dengan dengan bulir yang sehat dan seragam.
"Selama ini petani di wilayah pesisir sering gagal panen karena air garam merusak lahan. Dengan adanya varietas Biosalin, kami berharap produksi padi di daerah pesisir pantai dapat meningkat dan mendukung kemandirian pangan daerah," kata Sofyan Oktober lalu.
Saat panen, hasil yang diperoleh 9,6 ton/ha. Jumlah tersebut melebihi rata-rata hasil sebesar 7,2 ton/ha. Tentu ini menjadi capaian baru bagi para petani karena selain toleran salinitas, Biosalin 1 juga memiliki produktivitas yang tinggi.
Kepala BRMP Sulawesi Barat, Repelita Kallo, menjelaskan bahwa penanaman Biosalin 1 di Desa Beru-Beru Kecamatan Kalukku ini merupakan kegiatan demfarm untuk mengenalkan inovasi teknologi spesifik lokasi dan varietas padi unggul yang sesuai dengan kondisi lahan petani.
"Kami ingin para petani tidak hanya mengenal varietasnya, tetapi juga mampu mengelola lahan salin agar tetap produktif. Ini merupakan upaya nyata dalam memperkuat ketahanan pangan daerah," jelas Repelita Kallo.
Dengan diperkenalkannya VUB Padi Biosalin, BRMP optimis petani di pesisir Mamuju akan menghasilkan padi unggul meski menghadapi tantangan lingkungan, sekaligus membangun kemandirian pangan lokal yang berkelanjutan.