Taman Nasional Aketajawe Lolobata Berikan Gambaran Masyarakat Adat di Dua Lokadi Proyek CDCSUI Malut
Dalam rangkaian kegiatan “Konsultasi Implementasi dan Penentuan Demplot Proyek Crop Diversity Conservation for Sustainable Use in Indonesia (CDCSUI) di Maluku Utara, tepatnya Kota Tidore Kepulauan dan Kabupaten Halmahera Selatan, Tim proyek CDCSUI melaksanakan pertemuan dan diskusi bersama Kepala Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL) terkait kondisi sosial masyarakat, praktik pertanian tradisional, serta potensi konservasi tanaman rempah di Kota Tidore Kepulauan dan Kabupaten Halmahera Selatan, Selasa (19/5/2026).
Kepala Balai TNAL memberikan gambaran mengenai keberadaan masyarakat adat di sekitar lokasi proyek, termasuk komunitas masyarakat adat Togutil yang masih memanfaatkan sumber pangan lokal seperti talas dan ubi sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Pengetahuan lokal dan pola pemanfaatan sumber daya alam yang dimiliki masyarakat adat tersebut dinilai menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan dalam implementasi program konservasi dan pembangunan berkelanjutan.
Dalam diskusi juga disampaikan bahwa apabila salah satu lokasi demplot CDCSUI berada atau berinteraksi langsung dengan wilayah masyarakat adat Togutil, maka pelaksanaan kegiatan perlu mempertimbangkan aspek sosial, budaya, dan kearifan lokal masyarakat adat setempat. Pendekatan partisipatif dan penghormatan terhadap hak serta tradisi masyarakat adat menjadi faktor penting untuk memastikan kegiatan proyek dapat berjalan secara inklusif dan berkelanjutan.
Kepala Balai TNAL juga menyampaikan bahwa keberadaan berbagai kerabat liar tanaman (Crop Wild Relatives/CWR) tanaman pala, cengkeh dan talas masih cukup banyak di TNAL dan wilayah sekitarnya. Identifikasi awal oleh TNAL, terdapat sedikitnya delapan spesies kerabat liar pala dan lima spesies kerabat liar cengkeh di dalam kawasan yang perlu mendapatkan perhatian lebih lanjut melalui kajian ilmiah dan pemetaan yang lebih komprehensif.
Melalui Proyek CDCSUI ini Kementerian Pertanian dan TNAL Kementerian Kehutanan diharapkan dapat berkolaborasi untuk melakukan kajian yang lebih mendalam dan luas terkait kerabat liar pala dan cengkeh, terutama dalam identifikasi jenis, karakterisasi, serta pemetaan lokasi sebarannya berbasis Geographic Information System (GIS). Informasi ini penting sebagai dasar penguatan strategi konservasi dan pengelolaan sumber daya genetik rempah di Maluku Utara.