Potensi Plasma Nutfah Lokal Terungkap Melalui Temuan CWR Uwi di Sambongrejo
Kawasan hutan agroforestri Desa Sambongrejo, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, menyimpan potensi plasma nutfah lokal yang penting bagi upaya konservasi dan pemanfaatan sumber daya genetik tanaman. Hal tersebut terungkap melalui kegiatan inventarisasi dan asesmen populasi Crop Wild Relatives (CWR) atau kerabat liar tanaman budidaya yang dilakukan pada Selasa (16/6/2026).
CWR merupakan spesies liar yang memiliki hubungan kekerabatan dengan tanaman budidaya dan berperan sebagai sumber keragaman genetik yang berharga. Keberadaan CWR menjadi semakin penting di tengah tantangan perubahan iklim, degradasi lingkungan, serta kebutuhan pengembangan varietas tanaman yang lebih adaptif dan tahan terhadap berbagai cekaman.
Dari hasil pendataan lapangan, berhasil didokumentasikan beberapa jenis uwi liar dari genus Dioscorea, yaitu Uwi Alas (Dioscorea sp.), Uwilus (Dioscorea nummularia), dan Katak (Dioscorea pentaphylla). Ketiga jenis tersebut ditemukan tumbuh alami di kawasan agroforestri dan masih dapat dijumpai pada beberapa lokasi pengamatan.
Salah satu temuan yang menarik adalah keberadaan Uwi Alas yang oleh masyarakat setempat dibedakan dari Uwi Legi yang umum dibudidayakan. Uwi Alas ditemukan tumbuh secara liar di kawasan hutan dengan karakter umbi memanjang dan tidak dikelola secara budidaya oleh masyarakat. Sementara itu, Uwilus (Dioscorea nummularia) dan Katak (Dioscorea pentaphylla) juga ditemukan pada habitat yang masih relatif terjaga dan dikenali dengan baik oleh masyarakat berdasarkan karakter morfologi maupun pemanfaatannya.
Temuan ini menunjukkan bahwa kawasan agroforestri Sambongrejo tidak hanya berperan sebagai ruang produksi dan penyangga lingkungan, tetapi juga menjadi habitat penting bagi kerabat liar tanaman budidaya yang berpotensi sebagai sumber plasma nutfah lokal. Keberadaan berbagai jenis Dioscorea liar tersebut menjadi aset genetik yang perlu didokumentasikan dan dijaga keberlanjutannya sebagai bagian dari upaya konservasi keanekaragaman hayati.
Melalui inventarisasi dan asesmen populasi yang berkelanjutan, diharapkan informasi mengenai keberadaan CWR di kawasan agroforestri Sambongrejo dapat mendukung upaya konservasi sumber daya genetik tanaman sekaligus memperkuat pemanfaatan keanekaragaman hayati lokal untuk mendukung ketahanan pangan di masa mendatang.