Jaga Uwi dan Talas Lokal, Sedulur Sikep Kloposuwur Bentuk Kelompok Konservasi
BLORA – Uwi dan talas bukan sekadar tanaman pangan bagi masyarakat Sedulur Sikep di Desa Klopoduwur, Kabupaten Blora. Di tengah kehidupan masyarakat yang lekat dengan kearifan lokal dan kepedulian terhadap alam, kedua tanaman tersebut kini mendapat wadah baru untuk dijaga dan dikembangkan. Melalui Musyawarah Desa yang digelar di Pendopo Samin, Jumat (28/8/2026), masyarakat bersama Pemerintah Desa Klopoduwur menyepakati pembentukan Kelompok Konservasi Polopendem Makmur.
Pembentukan kelompok ini berawal dari proses komunikasi dengan masyarakat Sedulur Sikep dalam persiapan pelaksanaan Program Crop Diversity Conservation for Sustainable Use in Indonesia (CDCSUI). Sebelumnya, kegiatan konservasi direncanakan dapat dilakukan melalui kelompok tani yang telah ada. Namun, masyarakat menilai pendekatan tersebut belum sepenuhnya sesuai dengan kondisi dan aspirasi mereka. Dari sinilah muncul gagasan untuk membentuk kelompok khusus yang dapat menjadi ruang bersama bagi masyarakat dalam menjaga tanaman pangan lokal.
Gagasan tersebut kemudian mendapat dukungan Pemerintah Desa Klopoduwur. Melalui musyawarah, disepakati bahwa Kelompok Konservasi Polopendem Makmur dibentuk khusus untuk mendukung konservasi tanaman pangan lokal dalam kerangka Program CDCSUI. Kelompok ini diharapkan tidak hanya menjadi wadah kelembagaan, tetapi juga menjadi contoh konservasi uwi dan talas berbasis masyarakat serta kearifan lokal Sedulur Sikep. Ketua Adat Samin, Sariyono, menyebut pembentukan kelompok kerja menjadi langkah penting untuk memperkuat kebersamaan masyarakat dalam menjaga dan mengembangkan tanaman pangan lokal yang memiliki nilai budaya dan manfaat bagi kehidupan sehari-hari.
Bagi Program CDCSUI, menjaga uwi dan talas tidak berhenti pada bagaimana tanaman tersebut tetap tumbuh di lahan masyarakat. Konservasi juga perlu memberi manfaat dan alasan bagi masyarakat untuk terus mempertahankannya. Karena itu, kegiatan di Klopoduwur diarahkan dari hulu hingga hilir, mulai dari budidaya, pemeliharaan, hingga peluang pengolahan dan peningkatan nilai tambah bersama Pemerintah Desa. Dengan pendekatan tersebut, uwi dan talas diharapkan tidak hanya tetap menjadi bagian dari kekayaan pangan lokal, tetapi juga memiliki peluang untuk berkembang sebagai komoditas yang bernilai ekonomi.
Kini, Kelompok Konservasi Polopendem Makmur menjadi titik awal bagi masyarakat Klopoduwur untuk menjaga tanaman pangan lokal dengan cara mereka sendiri berangkat dari kearifan lokal, dilakukan bersama masyarakat, dan diarahkan agar manfaatnya dapat kembali kepada masyarakat.