Jadi Tuan Rumah ASEAN GMF Net, Indonesia Perkuat Kerjasama Pengawasan Keamanan PRG
Indonesia mendapatkan kehormatan menjadi tuan rumah dalam penyelenggaraan forum regional bergengsi, The 23rd Meeting of the ASEAN Genetically Modified Food Testing Network (ASEAN GMF Net). Pertemuan internasional yang diselenggarakan secara hybrid ini berlangsung selama dua hari, 10–11 Juni 2026 di Hotel Swiss-Belinn, Bogor, Jawa Barat.
Acara ini secara resmi diselenggarakan oleh Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian (BRMP Biogen) didukung kementerian/lembaga nasional terkait seperti Badan Riset dan Inovasi Nasional, Badan Pengawas Obat dan Makanan, serta Kementerian Lingkungan Hidup.
ASEAN GMF Net merupakan jejaring kerja sama teknis di bawah kerangka ASEAN Ministers on Agriculture and Forestry yang bertujuan memperkuat kapasitas laboratorium dalam mendeteksi dan menguji pangan hasil rekayasa genetika (Genetically Modified Organism/GMO) di seluruh negara anggota ASEAN. Seiring pesatnya perkembangan bioteknologi modern dan meningkatnya volume perdagangan pangan lintas negara, kebutuhan akan sistem pengujian GMO yang andal, transparan, dan selaras dengan standar internasional kini menjadi semakin krusial demi menjamin keamanan pangan serta melindungi keselamatan konsumen.
Sekretaris Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian, Husnain, PhD selaku National Focal Poin ASEAN GMF Networking, menyampaikan bahwa pertemuan tahunan ke-23 ini merupakan wadah strategis bagi negara-negara anggota ASEAN (ASEAN Member States) untuk saling berbagi perkembangan kapasitas nasional, mengevaluasi rencana aksi (Action Plan), serta mengantisipasi tren bioteknologi global.
“Melalui pertemuan ini, para delegasi membahas evaluasi Action Plan ASEAN GMF Net, penanganan isu low-level presence (LLP), pemanfaatan bahan acuan (reference materials), serta penguatan program pelatihan teknis laboratorium berbasis biologi molekuler,” jelas Husnain.
Selain menghadiri sidang teknis dan pleno, para delegasi bersama perwakilan Sekretariat ASEAN diagendakan dalam Laboratory Tour yang dipusatkan di Laboratorium Biologi Molekuler BRMP Biogen. Kunjungan ini dirancang sebagai platform nyata untuk berbagi pengetahuan mengenai implementasi teknologi deteksi dini dan metode kuantifikasi GMO terbaru yang lebih sensitif dan akurat.
Bagi Indonesia, momentum sebagai tuan rumah ini membawa dampak yang sangat strategis. Di satu sisi, kegiatan ini memperkuat posisi tawar (bargaining position) Indonesia dan ASEAN di forum standardisasi pangan internasional seperti Codex Alimentarius Commission. Di sisi lain, harmonisasi standar laboratorium regional ini mendorong sistem pengakuan timbal balik (mutual recognition), sehingga produk pertanian dan rekayasa genetik asal Indonesia akan jauh lebih kompetitif di pasar ekspor.
Melalui sinergi regional yang kokoh ini, diharapkan kapasitas laboratorium nasional Indonesia terus meningkat, serta pengawasan terhadap produk pangan impor yang masuk ke tanah air semakin ketat demi menjamin perlindungan kesehatan masyarakat Indonesia.