Dari Pangan Lokal, Perempuan Kampung Samin Kembangkan Peluang Usaha
BLORA – Talas, uwi dan gembili telah lama dikenal sebagai bagian dari pangan lokal masyarakat Kampung Samin, Desa Sambongrejo, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Namun, menjaga keberadaan tanaman tersebut tidak cukup hanya dengan mempertahankan budidayanya. Pengolahan menjadi produk yang memiliki nilai jual juga diperlukan agar komoditas tersebut tetap dimanfaatkan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
Upaya tersebut menjadi salah satu fokus Pelatihan Produk Turunan Talas dan Uwi yang diselenggarakan oleh BRMP Biogen melalui Proyek Crop Diversity Conservation for Sustainable Use in Indonesia (CDCSUI) pada 13–15 Oktober 2026. Sebanyak 30 peserta, terdiri atas 29 perempuan dan satu laki-laki, mengikuti pelatihan yang mencakup pengolahan pangan, pengemasan, hingga perencanaan usaha. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi bekal untuk mengembangkan produk pangan lokal yang tidak hanya dikonsumsi sendiri, tetapi juga berpeluang dipasarkan.
Kepala Desa Sambongrejo, Wahono Heru Prayitno, melihat pentingnya kerja sama antara petani dan pengolah agar potensi pangan lokal dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan, “yang menanam bapak, yang membuat tepung dan mengolah ibu,” kata Wahono.
Menurut Wahono, pembagian peran tersebut menggambarkan peluang keterlibatan keluarga dan masyarakat dalam rantai produksi, mulai dari budidaya hingga pengolahan.
Salah satu hal menarik dari pelatihan ini adalah beragamnya produk yang dapat dikembangkan dari umbi lokal. Tidak hanya dapat diolah menjadi keripik atau tepung, tetapi juga menjadi kukis, brownies, donat, hingga es krim. Inovasi semacam ini membuka peluang untuk menghadirkan pangan lokal dalam bentuk yang lebih beragam dan menjangkau konsumen yang berbeda.
Selain mengubah pangan lokal menjadi produk bernilai ekonomi, kegiatan ini juga membekali peserta dengan materi perhitungan harga pokok produksi, penentuan harga jual, dan penyusunan proposal usaha sederhana agar para peserta memahami kebutuhan pasar.
Melalui pelatihan ini, CDCSUI mendorong agar konservasi keanekaragaman tanaman pertanian terhubung dengan pemanfaatan dan pengembangan rantai nilai. Bagi Kampung Samin, talas, uwi, dan gembili berpeluang menjadi lebih dari sekadar tanaman pangan lokal: ketiganya dapat dikembangkan menjadi produk usaha sekaligus bagian dari identitas desa wisata. Dengan dukungan budidaya yang berkelanjutan, kualitas pengolahan, dan akses pasar, upaya menjaga tanaman lokal diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.