BRMP Biogen Perkuat Peran Indonesia dalam Kerja Sama Bioteknologi Pertanian
Dalian, China — Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian (BRMP Biogen) mewakili Indonesia dalam APEC High Level Policy Dialogue on Agricultural Biotechnology (HLPDAB) yang digelar sebagai bagian dari rangkaian Third Senior Officials’ Meeting and Related Meetings (SOM3) APEC 2026 di Dalian International Conference Center, China, pada 17–28 Agustus 2026.
HLPDAB merupakan forum tahunan APEC yang mempertemukan perwakilan negara-negara anggota untuk bertukar informasi dan pengalaman terkait perkembangan bioteknologi pertanian, kebijakan dan regulasi, serta berbagai tantangan dalam pengembangan dan penerapannya.
Dalam forum tersebut, Syahrizal Muttakin, Ph.D., mewakili Indonesia memaparkan perkembangan bioteknologi pertanian di Tanah Air, termasuk kebijakan dan regulasi yang saat ini berlaku. Paparan tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat pertukaran informasi sekaligus meningkatkan pemahaman antaranggota APEC mengenai perkembangan bioteknologi pertanian di kawasan.
Selain membahas perkembangan teknologi dan regulasi, HLPDAB turut mengagendakan pembahasan workplan 2026, perkembangan berbagai proyek HLPDAB, serta isu dan tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan kegiatan.
Keikutsertaan BRMP Biogen dalam forum tersebut memperkuat posisi Indonesia dalam kerja sama regional di bidang bioteknologi pertanian. Forum ini juga menjadi ruang bagi Indonesia untuk berbagi pengalaman dan pembelajaran dengan negara-negara anggota APEC dalam mendorong pengembangan dan pemanfaatan bioteknologi yang aman, bertanggung jawab, dan berkelanjutan.
Dalam rangkaian SOM3 APEC 2026, BRMP Biogen turut berpartisipasi dalam APEC-PPFS-OFWG-ATCWG-HLPDAB Joint Meeting. Pertemuan lintas kelompok kerja tersebut menjadi wadah untuk memperkuat koordinasi dan kolaborasi dalam isu pertanian, pangan, kehutanan, serta bioteknologi pertanian.
Melalui keikutsertaan dalam berbagai forum APEC tersebut, BRMP Biogen diharapkan semakin memperkuat kontribusi Indonesia dalam pembahasan kebijakan dan kerja sama internasional di bidang bioteknologi pertanian. Langkah ini sekaligus mendukung pemanfaatan inovasi bioteknologi sebagai bagian dari upaya mewujudkan pembangunan pertanian yang aman, inovatif, dan berkelanjutan.